Simpang Empat - STAI YAPTIP Pasaman Barat menyelenggarakan Kuliah Umum dengan tema“ Implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka di Dunia Pendidikan, Pemerintahan, Dunia Usaha dan Industri Perbankan†Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 21 September 2024 yang bertempat di Kantor Lantai II STAI YAPTIP Pasaman Barat ini menghadirkan Empat pemateri yaitu Prof. Syafrimen M.E.d, Ph.D, Sekretaris UPM UIN Raden Intan Lampung, R. Erik Mulyadin Pimpinan BRI Cabang Simpang Empat, Dr. Ikwandri M.Pd Kepala Bappelitbanda Pasaman Barat dan Hilaluddin M.Pd Kasi Penmad Kantor Kemenag Pasaman Barat, tidak lupa pula turut hadir Ketua STAI YAPTIP Pasaman Barat, Pejabat Struktual serta para Dosen dan Mahasiswa STAI YAPTIP Pasaman Barat.
Kuliah umum ini bertujuan untuk menginspirasi dan memberikan wawasan kepada mahasiswa tentang Merdeka Belajar di Dunia Pendidikan, Pemerintahan, Usaha dan Industri Perbankan. Dengan harapan mahasiswa dapat mempersiapkan diri untuk memasuki dunia kerja.
Ketua STAI YAPTIP Pasaman Barat Fajar Budiman, M.Pd.E dalam sambutannya menyampaikan Bahwa semangat MBKM harus ditanggapi secara positif dan diwujudkan dengan kebijakan perguruan tinggi yang menunjang semangat positif ini, dan terus berupaya meningkatkan kompetensi lulusan, baik soft skills maupun hard skills, agar relevan dan semakin siap beradaptasi dengan kebutuhan zaman'. Imbuhnya penuh harap.
Kegiatan kuliah umum ini dimulai dengan presentasi dari Prof. Syafrimen M.Ed. Ph.D beliau memulai menjelaskan mengenai Implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka di Perguruan Tinggi, dalam penerapannya, lewat program MBKM, Mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk 1 (satu) semester (Setara dengan 20 SKS) Menempuh pembelajaran di luar program studi pada perguruan tinggi yang sama dan paling lama 2 semester atau setara dengan 40 SKS menempuh pembelajaran pada program studi yang sama di perguruan tinggi yang berbeda, pembelajaran pada program studi yang berbeda di perguruan tinggi yang berbeda dan/atau pembelajaran di luar perguruan tingginya. Jadi, Mahasiswa nantinya secara tidak langsung akan diajak untuk belajar caranya hidup di lingkungan masyarakat .pada dasarnya kebijakan tersebut bertujuan untuk dapat mengenalkan adanya dunia kerja pada mahasiwa sejak dini. Sehingga kemudian mahasiswa akan jauh lebih siap kerja setalah lulus dari perguruan tinggi yang tersedia. Imbuhnya.
Sementara Itu, R. Erik Mulyadin memaparkan materi mengenai Implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka di Industri dan Perbankan, Bank Rakyat Indonesia Menyambut baik kebijakan Kemendikbud tersebut dan memberikan kesempatan kepada mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi untuk bergabung dalam program Kampus Merdeka di Bank Rakyat Indonesia, dengan terwujudnya kerjasama antara Bank Rakyat Indonesia dengan Perguruan Tinggi dalam program kampus merdeka di Bank Rakyat Indonesia diharapkan akan terwujud merdeka belajar dalam dunia pendidikan dan terciptanya SDM unggul yang berda saya saing di bidang Perbankan, Tangkasnya.
Kemudian Dr. Ikwandri, M.Pd memberikan materi tentang Implemantasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka di Pemerintahan. Pemerintah daerah adalah bagian dari system yang sangat menentukan arah kebijakan pendidikan di daerah dan termasuk di dalamnya mendorong pelaksanaan Merdeka Belajar Kampus Merdeka untuk masuk dalam system kebijakan dalam bentuk regulasi daerah dan intervensi anggaran, pengawasan dan pengarahan sebagai bentuk tanggung jawab atas perintah undang-undang. Ungkapnya.
Pada sesi penutup Hilalluddin M.Pd. menjelaskan materi tentang Merdeka Belajar Kampus Merdeka di Pendidikan Menengah. Dengan foKus pada materi esensial dan struktur yang fleksibel, Kurikulum Merdeka memudahkan guru melakukan pembelajaran terdiferensiansi, mengasah bakat dan minat, serta menumbuhkan karakter murid secara lebih menyeluruh.Tuturnya.
Sepanjang berlangsungnya acara kuliah umum ini ,tampak antusias luar biasa ditunjukkan para mahasiswa. Kuliah umum pun dapat terlaksana dengan sangat lancar dan sukses. Ditutup dengan penyerahan Piagam Penghargan untuk para Narasuber dan foto bersama. (Humas)




